Home > PTK > Penelitian Tindakan Kelas : UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DALAM MENENTUKAN KPK (KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL) DARI DUA BILANGAN MELALUI PENGGUNAAN MANIK-MANIK BERWARNA DI KELAS IV SD 2 SELOMERTO, KECAMATAN SELOMERTO, KAB. WONOSOBO TAHUN 2009 / 2010

Penelitian Tindakan Kelas : UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DALAM MENENTUKAN KPK (KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL) DARI DUA BILANGAN MELALUI PENGGUNAAN MANIK-MANIK BERWARNA DI KELAS IV SD 2 SELOMERTO, KECAMATAN SELOMERTO, KAB. WONOSOBO TAHUN 2009 / 2010

Oleh : Rusmili

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
1. Latar Belakang Masalah
Salah satu tujuan pembelajaran matematika yang diharapkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah agar peserta didik memiliki kemampuan memecahkan konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antara konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma secara luwes, akurat, efisien dan tepat dalam pemecahan masalah.

Pada tataran yang lebih operasional, acuan untuk mengevaluasi pencapaian tujuan pembelajaran yang dikaitkan langsung dengan penguasaan kompetensi sebagaimana tertuang dalam Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Keputusan belajar (Mastery learning atau level of mastery) peserta didik diharapkan minimal 70 % (BNSP. Standar proses 2007). Artinya bahwa peserta didik memiliki penguasaan minimal 70% dari kompetensi yang tertuang dalam SI dan SKL. Keputusan minimal ini sangat penting untuk diimplementasikan dalam proses belajar agar peserta didik tidak mengalami kesulitan dalam tahap belajar berikutnya. Bagi guru ketuntasan belajar siswa merupakan prasarat yang sekaligus menjadi bahan pertimbangan untuk merancang pembelajaran tahap berikutnya.
Merujuk pada kompetensi yang tertuang dalam SI, penulis berupaya merancang pembelajaran yang memungkinkan siswa meraih pemahaman optimal guna mencapai prestasi sesuai standar ketuntasan. Salah satunya dengan mengupayakan media belajar yang dapat menarik perhatian siswa untuk mempelajari suatu konsep matematika. Penulis menggunakan media berupa manik-manik berwarna untuk menanamkan pemahaman siswa dalam kompetensi dasar menentukan KPK dari dua bilangan, di kelas IV SD 2 Selomerto, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo.

Penggunaan media tersebut atas dasar pertimbangan dapat dimanipulatif oleh siswa untuk menemukan sendiri konsep menentukan KPK dari dua bilangan.
2. Indetifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, penulis mengidentifikasi beberapa masalah yang muncul, antara lain :
a. Hanya sebagian siswa yang aktif belajar
b. Kurangnya alat peraga yang digunakan
c. Metode yang digunakan kurang bervariatif
3. Analisis Masalah
Dari identifikasi masalah yang timbul, penulis merefleksi diri dan mendiskusikan dengan teman sejawat maka diketahui
a. Faktor penyebab siswa pasif dalam mengikuti pembelajaran adalah :
1. Proses pembelajaran yang kurang menarik perhatian siswa
2. Siswa kurang mendapat kesempatan membangun konsep
3. Guru kurang kreatif dalam menyajikan materi pembelajaran
b. Faktor penyebab kurangnya alat peraga
Guru hanya menggunakan buku-buku pelajaran yang ada tanpa ada alat peraga sehingga siswa kurang tertarik pada pembelajaran
c. Guru kurang kreatif dalam menyampaikan materi pelajaran, dalam menjelaskan terlalu abstrak karena metode yang digunakan hanya satu saja tanpa metode yang bervariatif.

B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan identifikasi dan analisis masalah maka penulis merumuskan masalah :
“Apakah penggunaan media manik-manik berwarna dapat meningkatkan hasil belajar matematika dalam mencari KPK dari dua bilangan bagi siswa kelas IV SD 2 Selomerto tahun pelajaran 2009 / 2010 ?

C. TUJUAN PENELITIAN
Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.
1. Bagi siswa bertujuan untuk :
a. Meningkatkan keaktifan siswa dan antusias pembelajaran
b. Meningkatkan prestasi siswa dalam pembelajaran matematika
c. Mempermudah kemampuan pemahaman siswa tentang mencari KPK dari dua bilangan dengan menggunakan manik-manik berwarna
2. Bagi guru dan peneliti, bertujuan untuk :
a. Mengetahui sejauh mana efektifitas peraga manik-manik berwarna dalam meningkatkan pemahaman terhadap materi mencari KPK dari dua bilangan.
b. Meningkatkan kwalitas pembelajaran melalui penggunaan media manik-manik berwarna.
c. Memperbaiki kinerja guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam memahami konsep mencari KPK dari dua bilangan.

D. MANFAAT PENELITIAN
1. Manfaat teoritis
Dipandang dari segi keilmuan, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi berupa gambaran mengenai sebuah teori bahwa meningkatkan hasil belajar matematika dalam materi mencari KPK dua bilangan dapat diupayakan melalui penggunaan media manik-manik berwarna.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Siswa
 Meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menggunakan media manik-manik berwarna
 Meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran
 Meningkatkan prestasi hasil belajar
b. Bagi Guru
 Meningkatkan kwalitas pembelajaran
 Mengembangkan sikap kritis dan tanggap terhadap masalah pembelajaran dan kreatif mencari alternatif pemecahannya
 Memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang PTK
 Mengembangkan profesi guru
 Hasil penelitian dapat dijadikan acuan bagi penelitian berikutnya,
c. Bagi Sekolah
 Sebagai masukan dari guru lain dalam mengajarkan materi mencari KPK dari dua bilangan
 Sebagai acuan untuk mengadakan kegiatan penelitian sejenis

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian yang dilakukan oleh seorang guru didalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya seagai guru, sehingga hasil belajar mengajar menjadi meningkat (Wardani dkk.2002).
Hal ini berarti bahwa guru adalah orang yang dianggap paling tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di dalam kelas sehingga perlu mengadakan sebuah tindakan perbaikan pembelajaran untuk meningkatkan pembelajaran yang telah dilakukan.
Pembelajaran matematika adalah proses pemberian pengalaman belajar kepada siswa melalui serangkaian kegiatan yang terencana sehingga siswa memperoleh kompetensi tentang bahan metematika yang dipelajari (Gatot Muhsetyo dkk.2007).
Salah satu bentuk dari serangkaian kegiatan tersebut adalah menyiapkan media pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran. Dalam hal ini menggunakan manik-manik berwarna dipandang sesuai untuk membantu siswa dalam mencapai kompetensi dasar mencari KPK dari dua bilangan.
Belajar penemuan (discovery learning) salah satu model / pembelajaran atau belajar kognitif yang dikembangkan oleh Bruner (1966). Menurut Bruner belajar bermakna hanya dapat terjadi melalui belajar penemuan. Agar menjadi lebih bermakna dan memiliki struktur informasi yang kuat, siswa harus aktif mengidentifikasi prinsip-prinsip kunci yang ditemukan sendiri. Bukan hanya sekedar menerima penjelasan dari guru saja (gagne / berlener).
Melalui penggunaan media manik-manik berwarna, guru berharap siswa dapat menemukan sendiri konsep mencari KPK dari dua bilangan berdasarkan fakta yang ditemukannya sendiri.
Pembelajaran matematika dimulai dari hal yang konkrit ke hal yang abstrak, dari yang mudah ke hal yang sulit, dan dari hal yang sederhana ke hal yang kompleks. Hal ini sejalan dengan pendapat Carol Gestwicki (1995) tentang prinsip dasar perkembangan bahwa siswa SD cara berfikir dari hal yang sederhana ke hal yang kompleks, dari yang umum ke yang khusus.
Salah satu materi pelajaran matematika di SD kelas IV adalah mencari KPK dari dua bilangan. Disinilah guru dituntut untuk mampu menanamkan cara penyelesaian materi kepada peserta didik dengan menggunakan media dan metode yang sesuai. Media berfungsi untuk menyederhanakan konsep yang sulit, menyajikan konsep yang abstrak menjadi lebih nyata, menjelaskan konsep atau pengertian secara lebih konkrit.
Guru menggunakan media yang terbuat dari manik-manik berwarna. Manik-manik adalah butir kecil-kecil terbuat dari merjan, kerang atau plastik dan sebagainya (Kamus lengkap bahasa Indonesia. Karangan EM Zul Fajri dkk. Halaman 548 penerbit Difa Publizer). Jadi pengertian manik-manik adalah sarana yang digunakan untuk mewakili kelipatan suatu bilangan. Misalnya manik-manik berwarna merah untuk mewakili kelipatan suatu bilangan. Manik-manik yang berwarna biru untuk mewakili kelipatan suatu bilangan yang lain.
Menurut bell (1978 : 97) Pembelajaran aktif matematika menunjukkan betapa pentingnya pemahaman para guru tentang teori–teori yang terkait dengan bagaimana siswa belajar dan mengamplikasikan teori tersebut di kelas. Hendaknya para guru dapat menggunakan dengan tepat keunggulan setiap teori belajar yang lain saling melengkapi.
Peaget menyatakan bahwa anak pada usia pendidikan Sekolah Dasar (SD) berada pada fase operasional konkrit. Karena materi matematika pada umumnya merupakan atau kejadian abstrak, sehingga pengajaran matematika di SD dilakukan melalui contoh-contoh konkrit (Singgih D. Gunarso, 1997).
Proses belajar yang menggunakan media atau alat peraga apapun bentuknya, akan memberikan pengalaman belajar yang kaya pada siswa, dapat memotivasi belajar siswa dengan aktif, kreatif dan menyenangkan sehingga proses maupun hasil belajar siswa menjadi lebih optimal.

BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN

A. SUBYEK PENELITIAN
1. Lokasi : SD N 2 Selomerto, Kecamatan Selomerto,
Kabupaten Wonosobo
2. Kelas : IV (empat)
3. Mata Pelajaran : Matematika
4. Waktu : a. Siklus I : Selasa, 28 Juli 2009
b. Siklus II : Senin, 3 Agustus 2009
5. Karakteristik Siswa :
Secara umum siswa kelas IV SD 2 Selomerto berusia antara 8-11 tahun, berasal dari keluarga buruh dan petani yang kurang peduli terhadap pendidikan.

B. DISKRIPSI PERSIKLUS
Langkah-langkah yang ditempuh dalam perbaikan pembelajaran metode matematika adalah sebagai berikut :
1. Proses perbaikan pembelajaran selama 70 menit dilaksanakan melalui proses perencanaan tidakan, pelaksanaan, observasi, serta refleksi sesuai masalahnya.
2. Masalah yang akan diperbaiki yaitu bagaimana cara meningkatkan pemahaman siswa tentang materi mencari KPK dua bilangan.
Berdasarkan upaya diatas disusun rencana pembaikan pembelajaran yang merupakan usaha perbaikan pembelajaran sebelumnya. Perbaikan –perbaikan pembelajaran dilaksanakan 2 siklus.
A. SIKLUS I
Pada siklus I meliputi
a. Perencana an
Setelah menganalisis masalah pada pembelajaran awal dan menemukan faktor-faktor yang menjadi penyebab ketidakberhasilan proses dan hasil belajar siswa dalam materi mencari KPK dua bilangan, penulis melakukan diskusi dengan teman sejawat untuk menemukan kemungkinan – kemungkinan tindakan perbaikan pembelajaran. Antara lain :
 Menyusun Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP)
 Menyiapkan alat peraga
b. Pelaksanaan
Pelaksanaan pembelajaran berlangsung mengikuti langkah-langkah yang ada dalam RPP.
1. Kegiatan Awal (5 menit)
a. guru memotivasi siswa agar siap untuk belajar
b. guru mengadakan tanya jawab untuk mengangkat kembali tentang kelipatan suatu bilangan
c. guru menyampaikan tujuan pembelajaran
d. guru menyediakan alat peraga
2. Kegiatan Inti (40 menit)
a. guru menuliskan materi didepan tulis
b. siswa mendemostrasikan cara menentukan KPK dari dua bilangan melalui kegiatan sebagai berikut. Dengan menggunakan peraga manik-manik berwarna
 4 orang siswa (A,B,C,D) maju kedepan kelas
 Dengan menggunakan media yang dipajang guru,
Siswa A menentukan kelipatan bilangan pertama (menggunakan manik-manik warna hijau)
Siswa B menentukan kelipatan bilangan kedua (menggunakan manik-manik warna merah)
Siswa C menentukan kelipatan persekutuan (bilangan yang mendapat dua warna manik–manik)
Siswa D menentukan KPK
 Siswa mengerjakan lembar kerja
3. Kegiatan akhir (20 menit)
 Siswa mengerjakan soal tes formatif
 Siswa bersama guru merangkum materi pelajaran
 Pemberian pekerjaan rumah
4. Tindak lanjut (5 menit)
 Bagi peserta didik yang mendapat nilai < 70 diberi perbaikan
 Bagi peserta didik yang mendapat nilai ≥ 70 diberi pengayaan
c. Observasi dan Pengalaman
Berdasarkan hasil pengamatan dengan melakukan tanya jawab dan diskusi dengan teman sejawat terhadap guru sebagai peneliti dan siswa, fokus observasi pada aktivitas siswa dan efektifitas peraga manik-manik berwarna ternyata hasilnya belum memuaskan dan belum sesuai dengan apa yang diharapkan 19 dari 36 siswa baru mencapai standar ketuntasan. Sedangkan 17 siswa belum mencapai ketuntasan.
d. Refeksi
Dari hasil observasi selama kegiatan perbaikan pembelajaran, diperoleh kesimpulan sebagai berikut.
1. Pembelajaran menjadi lebih menarik
2. Butiran manik-manik terlalu kecil, perlu ketelitian, sehingga nilai belum optimal.
Penelitian kemudian mengadakan refleksi, ternyata pada siklus I hasilnya tidak memuaskan, siswa kurang terfokus pada pembelajaran. Sehingga penulis berdiskusi dengan teman sejawat dalam menentukan alternatif tindakan untuk mengadakan perbaikan pembelajaran siklus II.

B. SIKLUS II
Pada pelaksanaan pembelajaran siklus II merupakan kelanjutan siklus I adapun tahapannya adalah sebagai berikut :
1. Rencana
Berdasarkan hasil refleksi pada perbaikan pembelajaran pada siklus I, dan hasil diskusi dengan teman sejawat, penulis merencanakan sebagai berikut :
 Menyusun RPP kedua
 Menambah tabel bilangan yang lebih diperbesar
2. Pelaksanaan
Pelaksanaan perbaikan pembelajaran matematika dikelas IV SD 2 Selomerto mengenai KPK dari dua bilangan dengan media manik-manik berwarna sesuai dengan rencana perbaikan pembelajaran siklus II. Penulis mengembangkan model belajar penemuan (discivery learning) dalam kelompok kecil / deskusi berpasangan untuk menyelasaikan Lembar Kerja (LK).
Adapun langkah-langkah pembelajaran adalah sebagai berikut :
a. Kegiatan awal (5 menit)
 Guru mengadakan apersepsi dengan menanyakan kembali tentang kelipatan suatu bilangan
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
 Guru menyiapkan alat peraga
b. Kegiatan Inti (45 menit)
 Menuliskan materi dipapan tulis
 Mengingat kembali tentang kelipatan suatu bilangan
 Siswa melakukan diskusi berpasangan dengan menggunakan peraga manik-manik berwarna
 Siswa mengerjakan lembar kerja
c. Kegiatan Akhir (20 menit)
 Siswa membuat rangkuman materi
 Siswa mengerjakan tes formatif dengan menggunakan manik-manik berwarna
 Pemberian tugas rumah / PR
d. Tindak lanjut
 Bagi peserta didik yang mendapat nilai < 70 diberikan perbaikan
 Bagi peserta didik yang mendapat nilai ≥ 70 diberikan pengayaan
3. Observasi / Pengamatan
Pengamatan dilakukan teman sejawat menggunakan lembar pengamatan kegiatan perbaikan pembelajaran terhadap peneliti, juga terhadap siswa terlibat secara aktif dan langsung dalam membangun pengetahuannya tentang konsep mencari KPK dari dua bilangan dengan menggunakan manik-manik berwarna. Proses pembelajaran menyenangkan yang pada akhirnya akan membuka kesempatan pada siswa untuk menemukan gagasan–gagasan baru tentang materi pembelajaran.
Efektif pembelajaran terbukti dengan adanya hasil tes peserta didik yang memuaskan sesuai dengan yang diharapkan.
4. Refleksi
Dari berbagai sumber data yang diperoleh antara lain hasil pengamatan pembelajaran dan nilai tes formatif, diperoleh kesimpulan perbaikan pembelajaran pada siklus II berhasil dengan baik dan cukup memuaskan. Keputusan diskusi dengan teman sejawat dan kepala sekolah, kegiatan perbaikan pembelajaran dihentikan karena sudah berhasil, dengan perolehan nilai terlampir.

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. DISKRIPSI PER SIKLUS
Berdasarkan hasil penelitian perbaikan pembelajaran dikelas IV SD 2 Selomerto, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo tentang mencari KPK dari dua bilangan yang dilaksanakan 2 siklus, penulis sebagai peneliti bersama teman sejawat mendapat data-data sebagai berikut.
1. Siklus 1
a. Rencana
RPP sebagai rancangan untuk melaksanakan perbaikan difokuskan pada penggunaan media manik-manik berwarna, ternyata belum berhasil karena dari 36 siswa, baru 19 siswa yang berhasil mencapai nilai  70 yang berarti baru 52,77 % siswa yang mencapai ketuntasan.
b. Pelaksanaan
Penggunaan manik-manik berwarna untuk menjelaskan cara mencari KPK dari dua bilangan belum mencapai hasil yang optimal. Hal ini disebabkan oleh bentuk manik-manik yang terlalu kecil sehingga perlu ketelitian dan kejelian. Hasilnya pada tes formatif siswa memperoleh nilai yang belum memenuhi standar ketentuan belajar (analisis nilai terlampir).
c. Observasi
Dalam pengamatan pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang dilakukan teman sejawat dan analisis bersama peneliti diperoleh hasil sebagai berikut.
1. Siswa yang mendapat nilai yang sesuai dengan kriteria ketuntasan ada 19 dari 34 peserta didik atau hanya 52,77 %. Sedangkan siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar 17 siswa atau 47,22%.
2. Ada peningkatan perolehan nilai bila dibandingkan dengan nilai yang diperoleh pada studi awal.

d. Refleksi
Dari perolehan nilai pada tes formatif dan data hasil pengamatan teman sejawat dapat disimpulkan bahwa perbaikan pembelajaran pada siklus I belum berhasil, maka penulis dengan bantuan teman sejawat menentukan rencana perbaikan pembelajaran pada siklus II.

2. Siklus II
a. Rencana
Penyusunan RPP pada siklus II, menentukan pada perbaikan proses pembelajaran yang semula dengan manik-manik kecil, dirubah dengan manik-manik yang lebih besar. Untuk itu penulis mengupayakan adanya media manik-manik berwarna yang lebih besar dengan jalan membuat sendiri dari karton.
b. Pelaksanaan
Dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran matematika siklus II melalui rencana perbaikan pembelajaran yang telah dirancang dengan pembaharuan agar pembelajaran lebih efektif, dan telah dibahas dengan teman sejawat sebagai mengamat. Berdasarkan analisa hasil nilai perbaikan pembelajaran pada siklus II diperoleh hasil yang menggembirakan. Dalam proses perbaikan pembelajaran menggunakan alat peraga manik-manik yang lebih besar sehingga menimbulkan gairah siswa mengikuti proses pembelajaran dari awal sampai akhir menjadikan proses membangunan konsep mencari KPK dari dua bilangan menjadi lebih bermakna. Terbukti hasil evaluasi setelah pembelajaran berakhir yang mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal ada 33 peserta didik yang mendapat nilai  70, yang berarti 91,66 %, telah mencapai nilai ketuntasan.
c. Observasi
Hasil pengamatan pada siklus perbelajaran II dengan menggunakan peraga manik-manik berwarna terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dari peserta didik dikelas IV sebanyak 36 peserta didik hasilnya dapat meningkat, pada siklus I hanya 52,77 % menjadi 91,66% pada siklus II. Sebagian siswa yang tidak mencapai ketuntasan belajar adalah karena siswa lambat belajar, siswa tersebut adalah Dwi Nur Arifin, Weni Nur Hayana, Muhamad Fadri.
d. Refeksi
Dari hasil pengatan teman sejawat dan data-data pendukung yang ada, penulis pengadakan diskusi dengan teman sejawat dan dipokok kesepakatan bahwa penelitian perbaikan pembelajar sudah cukup dan dapat dihentikan.

B. PEMBAHASAN
Perbaikan pembelajaran mata pelajaran matematika dengan kompetensi dasar mencari KPK dari dua bilangan dikelas IV SD 2 Selomerto dilaksanakan dalam 2 siklus kegiatan sebagai berikut :
1. Siklus I
Pada siklus I perbaikan pembelajaran menekankan pada meningkatkan pemahaman siswa dengan menggunakan manik-manik berwarna dalam mencari KPK dari dua bilangan.
Dalam proses penelitian ditemukan adanya berbagai faktor
a) Peraga manik-manik berwarna cukup menarik perhatian siswa karena bentuk dan warnanya menarik.
b) Demonstrasi guru dengan penggunaan media manik-manik membuat konsep yang diterangkan cukup jelas bagi sebagian siswa.
c) Bentuk manik-manik yang terlalu kecil membuat kesulitan siswa
d) Hasil tes formatif belum mencapai taraf tuntas karena dari 35 siswa hanya 19 siswa yang berhasil mencapai nilai  70. Jadi tingkat ketuntasan baru mencapai 52,77 %.
Secara umum proses berbaikan pada siklus I berjalan sesuai rencana meskipun setelah diperbaiki fakta/ fakta hasil penelitian ternyata belum menunjukkan hasil yang maksimal baik dalam proses maupun hasil perbikan. Oleh karena itu penelitian dilanjutklan pada perbaikan pembelajaran siklus II.
2. Siklus II
Pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang telah direncanakan sebelumnya pada siklus II matematika di kelas IV SD 2 Selomerto dilaksanakan sesuai rencana skenario pembelajaran. Hasil yang diperoleh dari akhir pembelajaran setelah diadakan tes akhir pembelajaran sudah memuaskan dengan peningkatan hasil yang sudah banyak mencapai standar ketuntasan. Penggunaan media manik-manik berwarna dapat menggairahkan siswa untuk belajar. Peserta didik diberi kesempatan untuk menemukan dan mengembangkan konsep tentang mencari KPK dari dua bilangan sehingga konsep tersebut tertanam dalam dirinya dengan baik.
Setelah diadakan tes akhir pembelajaran mendapatkan dari siklus I hanya 19 siswa atau 52,77 % dari 36 siswa, menjadi 33 siswa atau 91,66% mencapai taraf ketuntasan.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

1. KESIMPULAN
Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas melalui kegiatan perbaikan pembelajaran matematika tentang mencari KPK dari dua bilangan di kelas IV SD Selomerto Kecamatan Selomerto Kabupaten Wonosobo dapat disimpulkan sebagai berikut.
1. Penggunaan alat peraga manik-manik berwarna sesuai untuk menanamkan pemahaman siswa dalam mencari KPK dari dua bilangan.
2. Belajar menjadi lebih bervariatif, menyenangkan dan bermakna, karena dengan cara seperti ini siswa dapat menemukan sendiri konsep yang dipelajari.
3. Melalui kegiatan memanipulasi manik-manik berwarna hasil evaluasi siswa dapat meningkat.

2. SARAN
Untuk menanamkan konsep mencari KPK dari dua bilangan agar proses dan hasil belajar dapat optimal khususnya dalam mata pelajaran matematika penulis memberikan saran sebagai berikut :
1. Pemilihan alat pegaraga / media pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan materi pembelajaran dan jumlah siswa dalam kelas.
2. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun konsep sendiri
3. Perlu kerjasama dengan teman sejawat dalam upaya peningkatan hasil belajar siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas (2008) Model Silabus Kelas IV SD Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SD. Jakarta.

Em Zul Fajri (2008). Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Difa Publizet. Jakarta

Gatot Muh Setyo. Dkk (2007) Pembelajaran Matematika SD Jakarta : Universitas Terbuka.

Hudoyo. Pembelajaran Matematika Konstruktivisme, PPS IKIP Malang : 1998

Soetopo (2004) Matematika Progresif IV. Wiyautama. Jakarata

Suharjono (1997). Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru. Depdikbud. Jakarta

Suryanto (2001), Pendekatan Matematika Realistik. PPPG Matematika Yogyakarta

TIM TAP FKIP UT (2006). Panduan Tugas Akhir Program Sarjana FKIP. Jakarta : Universitas terbuka.

Wardani IGAK (2007) Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Universitas Terbuka.

Categories: PTK
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 507,443 hits

Category

%d bloggers like this: